Sabtu, 13 Juli 2013

Wawancara Kasus Psikologis Reproduksi pada Masa Kehamilan




TINJAUAN KASUS
1.    Pengkajian

1.1  Identitas klien
Nama: Ny. Desi
Umur: 24 tahun
Jenis kelamin: Perempuan
Alamat: Desa Sukahati
Pendidikan: SMP
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Agama: Islam
Berat badan: 49 Kg
Suku/Bangsa: Sunda/Warga Negara Indonesia
Status Pernikahan: Menikah

1.2  Deskripsi Umum
Pasien tampak tenang.

1.3  Keluhan Utama
Klien menyatakan tubuhnya terasa lelah.

1.4 Riwayat Kehamilan Saat Ini
Kekhawatiran-kekhawatiran: Tidak ada

1.5 Riwayat Penyakit Dahulu
Menurut pengakuan pasien, ia telah operasi  usus buntu bulan Agustus tahun lalu yaitu pada umur 23-an selama ini pasien rajin, memeriksakan diri ke dokter.










2.    Data Fisik-Biologis
Riwayat pernikahan:
 Suami yang ke: Satu
Istri yang ke: Satu
Lamanya pernikahan: 1 tahun
Respon ibu/keluarga terhadap kehamilan ini: Sangat bahagia dan diharapkan.
Jenis kelamin yang diharapkan: Laki-laki atau perempuan sama saja.
Bentuk dukungan keluarga: Mengantar periksa hamil, dll.
Adat istiadat yang berhubungan dengan kehamilan: Tidak ada.
Pengambilan keputusan dalam keluarga: Suami

A.   Aspek Psikologis
1.      Pola Emosi
Selama konseling penulis melihat pasien tidak cepat marah, tenang.
2.      Pola Interaksi
Pasien adalah seorang yang dapat berkomunikasi dan dapat diajak bekerja sama dalam melaksanakan konseling.
3.      Pola Kogitif
Pasien mengerti tentang kehamilannya dan dapat mengontrol emosinya.
4.      Pola Konsep Diri
5.      Pasien merasa puas dengan apa yang telah dicapainya dalam hidupnya. Pasien menerima keadaan dirinya sekarang, dimana pasien menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan.
B.    Aspek Sosial & Spiritual
1.      Hubungan merasa dekat dengan keluarganya. Pasien juga dijaga.
2.      Pasien memiliki hubungan baik dengan tetangganya.
3.      Kebudayaan keluarga
Pasien adalah suku sunda sehingga kehidupan sehari-harinya berkomunikasi dengan bahasa sunda. Di luar keluarganya pasien menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi.
4.      Agama dan kegiatan agama klien, klien beragama Islam, tekun dan rajin menalani kewajiban agamanya.
5.      Penilaian klien terhadap kegiatan agama keagamaan sehubungan dengan keadaan tubuhnya yang sedang hamil, klien selalu memohon bantuan dan kelancaran hanya dari Tuhan saja.


3.    Hasil Wawancara

Saya: Sudah berapa bulan bu kehamilannya?
Bu Desi: Jalan 8 bulan.
Saya: Oh, bagaimana bu kehamilan yang sekarang? Ada kekhawatiran-kekhawatiran tertentu tidak, bu?
Bu Desi: Oh, sejauh ini sih tidak ada, de.
Saya: Tidak ada keluhan lain bu?
Bu Desi: Paling Cuma kecapekan saja.
Saya: Memangnya ibu kerja apa?
Bu Desi: Ibu rumah tangga saja.
Saya: Oh, berarti jangan berat-berat ya bu kegiatannya. Supaya tidak gampang capek. Maaf, bu, sudah berapa lama menikahnya?
Bu Desi: Sudah satu tahun ya kira-kira.
Saya: Oh satu tahun.. Bagaimana bu respon baik dari ibu ataupun dari keluarga tentang kehamilan ibu?
Bu Desi: Senang sekali ya, de. Disamping itu, diharapkan sekali kan ini anak pertama.
Saya: Ibu inginnya nanti anak perempuan atau laki-laki?
Bu Desi: Sama saja, mau perempuan ataupun laki-laki.
Saya: Bagaimana bu bentuk dukungan keluarga ibu atas kehamilan ibu?
Bu Desi: Yah..  paling kalau mau periksa selalu diantar oleh suami.
Saya: Maaf, bu. Ibu menganut kepercayaan seperti adat atau mitos tidak bu yang berhubungan dengan kehamilan ini?
Bu Desi: Maksudnya de?
Saya: Ya seperti membawa gunting kemana-mana,,
Bu Desi: Oh tidak de..
Saya: Oh, bagus sekali ya bu. Keadaan ibu juga, tidak ada kekhawatiran khusus atas kehamilan ini, mengikuti adat istiadat atau kepercayaan tertentu juga tidak.
Bu Desi: Iya de.
Saya: Terima kasih ya Bu, atas waktunya dan sudah mau diwawancarai oleh saya. Terus, ibu juga pertahankan sikap positifnya. Jangan kerja yang berat-berat juga ya bu, banyak istirahat. Supaya tidak mudah lelah.
Bu Des: Iya, de, sama-sama.



4.    Analisa Data
Berdasarkan data-data yang telah terkumpul setelah penulis melakukan tanya jawab, maka didapat analisa data dari masalah-masalah kehamilan sebagai berikut;
1.      Kelompok data: Kondisi psikologia klien baik tapi Klien menyatakan tubuhnya mudah terasa lelah.
Masalah: Gangguan aktivitas sehari-hari.
5.    Diagnosa perawatan & prioritas masalah
1.      Potensial terjadinya perubahan emosi karena gangguan aktivitas sehari-harinya.
6.    Rencana tindakan
Rencana tindakan yang diberikan pada pasien disesuaikan dengan masalah yang ada dan penulis menyusunnya sebagai berikut:
1.      Menganjurkan pasien tidak melakukan aktivitas yang berat sehubungan dengan dirinya yang mudah lelah
2.      Membuat suasana tenang
3.      Menyediakan rasa nyaman
4.      Dorong klien untuk mengekspresikan perasaannya tentang kehamilannya.














5.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa keadaan psikologisnya baik, walau secara fisik mudah lelah.

Yang harus diperhatikan adalah potensial terjadinya perubahan emosi karena gangguan aktivitas sehari-harinya.

Maka klien dianjurkan agar:
1.      Menganjurkan pasien tidak melakukan aktivitas yang berat sehubungan dengan dirinya yang mudah lelah
2.      Membuat suasana tenang
2.      Menyediakan rasa nyaman
3.      Dorong klien untuk mengekspresikan perasaannya tentang kehamilannya.

Anjuran ini diberikan agar klien tetap mempertahankan kondisi psikologisnya yang baik dan stabil.