Sabtu, 08 Juni 2013

Menjelaskan Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Sesuai dengan Perkembangannya


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah yg berjudul “KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, TRIMESTER II, TRIMESTER III”. Adapun maksud dan tujuan kami menyusun makalah ini yaitu untuk menjelaskan secara singkat mengenai pengertian, jenis-jenis, penyebab, dan dampak dari permasalahan ibu hamil itu sendiri.

Tentunya makalah ini tidak lepas dari bantuan semua pihak, oleh sebab itu pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada :
Orang tua kami atas segala dukungan dan bantuannya, baik secara moril maupun materil .
Teman-teman dan semua pihak yg terlibat atas bantuan nya.

kami menyadari penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca semua sangat diharapkan. Dan harapan kami semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para pembaca

Bogor, 25 Mei 2013

Penulis




i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………..….................i
DAFATR ISI …………………………………………………………………….....................ii
BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………............1
1.1     Latar Belakang …………………………………………………………….............1
1.2     Rumusan Masalah …………………………………………………......................1
1.3     Tujuan …………....................……………………………………………...............2
BAB II. PEMBAHASAN …………………………………………………………….............3
2.1     Istirahat dan Tidur …………..........................…………………………...............3
2.2     Imunisasi ……….................................................................................…............3
2.3     Berpergian (Travelling) ……………………….…………………………..............4
2.4     Persiapan Persalinan …………………………...........................………............5
2.5 Memantau Kesejahteraan Janin ....................................................................11
2.6 Mobilisasi, Body Mekanik .................................................................................11
2.7 Exercise/Senam Hamil ......................................................................................16
BAB III. PENUTUP ………………………………………………………………….............17
3.1    Kesimpulan …………………………………………………………………...........17
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………..........18





ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Kehamilan dibagi menjadi tiga buah Trimester yaitu Kehamilan Trimester I, Kehamilan Trimester II dan Kehamilan Trimester III. Dalam setiap kehamilannya banyak ibu hamil yang mengalami permasalahan kehamilan di tiap masa kehamilan yang berbeda, tetapi lepas dari hal tersebut semua ibu hamil memiliki kebutuhan dasar yang sama dan harus dipenuhi.
Masa awal kehamilan biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman. Contohnya, timbulnya rasa mual dan kelelahan yang sangat, biasanya adalah gejala yang sangat umum terjadi. Gejala lain, seperti mimisan dan infeksi kandung kemih, sangat jarang terjadi. Segera setelah ibu mengalami kehamilan, tubuh ibu mulai mengadakan beberapa perubahan besar yang membuatnya dapat menerima kehadiran janin selama 37 minggu yang penuh dengan pertumbuhan dan perubahan. Kelenjar-kelenjar pada sistem endokrin dan plasenta meningkatkan produksi hormonnya. Volume darah bertambah dan rahim membesar. Pada bulan keempat kehamilan, ibu akan merasa jauh lebih baik, biasanya karena tubuh telah beradaptasi dengan perubahan besar yang terjadi. Sampai saat ini tiba ibu boleh merasa tenang, karena gejala-gejala yang dirasakan pada trimester pertama berarti ibu menjalani kehamilan yang normal yang akan berakhir dengan baik pula. Mual pada pagi hari dan gejala lain yang ibu rasakan pada saat ini biasanya akan dapat dihadapi dengan baik.
Ibu hamil hendaknya mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan body mekanik (sikap tubuh yang baik), ini diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman dan nyaman selama kehamilan. Dengan meningkatnya pengetahuan akan kesehatan, kini kaum wanita mulai memiliki kesadaran akan pentingnya kebutuhan-kebutuhan dasar yang dia butuhkan selama masa kehamiannya. Ini bukan berarti hanya berlaku pada ibu hamil saja tetapi ini juga termasuk kesadaran suami, keluarga bahkan lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk ibu hamil demi kelancaran dan keselamatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.
1.2    Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian kehamilan?
2.    Bagaimana tanda dan gejala kehamilan?
3.    Bagaimana perubahan fisiologis pada kehamilan?
4.    Apa saja kebutuhan dasar pada ibu hamil dan cara pemenuhannya?
5.    Apa saja ketidaknyamanan pada ibu hamil dan cara mengatasinya?

1.3    Tujuan
1.    Untuk mengetahui pengertian kehamilan
2.    Untuk mengetahui tanda dan gejala kehamilan
3.    Untuk mengetahui perubahan fisiologis pada kehamilan
4.    Untuk mengetahui. kebutuhan dasar pada ibu hamil dan cara pemenuhannya
5.    Untuk mengetahui ketidaknyamanan pada ibu hamil dan cara mengatasinya











BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Istirahat dan tidur
Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik, karena istirahat dan tidur secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin.
2.2 Imunisasi
Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT). Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus. Terutama imunisasi tetanus untuk melindungi bayi terhadap penyakit tetanus neonatorum. Imunisasi dilakukan pada trimester I / II pada kehamilan 3 – 5 bulan dengan interval minimal 4 minggu. Lakukan suntikan secara IM (intramuscular) dengan dosis 0,5 mL. imunisasi yang lain dilakukan dengan indikasi yang lain.
Menurut WHO seorang ibu tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan ( I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian )
1. Kebutuhan Imunisasi Pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
Imunisasi
Interval
Durasi Perlindungan
TT1
TT2
TT3
TT4
TT5
Selama kunjungan antenatal pertama
4 minggu setelah TT1
6 bulan setelah TT2
1 tahun setelah TT3
1 tahun setelah TT4
-
3 tahun
5 tahun
10 tahun
25 tahun (seumur hidup)

Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat.

2.3 Bepergian (Travelling)
Sedang hamil tidak berarti Anda tidak dapat pergi berlibur untuk seluruh 9 bulan Anda istilah, tetapi tidak berarti bahwa anda harus melakukan sedikit ekstra hati-hati ketika membuat rencana, baik untuk menjamin kenyamanan dan perlindungan Anda dan bayi yg belum lahir.
Bepergian dengan pesawat udara biasa tidak perlu dikhawatirkan karena tidak membahaykan kehamilan. Tekanan udara di dalam kabin penumpang telah diatur sesuai atmosfer biasa. Aman untuk melakukan perjalanan udara di trimester kedua, dan International Air Transport Association (IATA) pedoman menyarankan Anda berhenti perjalanan udara setelah minggu ke 36. Menghindari risiko kelahiran prematur dan komplikasi lain. Jika Anda memperoleh yang cukup besar dan ke 28. Minggu, maka anda harus membawa surat dari ibu yang menunjukkan layanan yang ditujukan tanggal, karena beberapa maskapai Mei permintaan ini ketika anda memeriksa untuk keselamatan Anda sendiri. Walaupun ia bukan yang sering berada pada tahap pertama adalah kehamilan membahayakan anda atau bayi Anda, tetapi yang penting untuk minum banyak air dan pastikan Anda bangun dan stretch kaki Anda secara teratur sebagai bayi berat dapat membuat Anda lebih rentan terhadap peredaran darah masalah selama penerbangan panjang. Morning sickness juga dapat membuat Anda lebih rentan terhadap perjalanan penyakit, dan banyak melakukan perjalanan, sebagai obat penyakit tidak dianjurkan selama kehamilan Anda hanya akan dapat mencoba solusi alternatif seperti akupunktur band (band laut) atau teh jahe.
Disarankan ibu untuk tidak lama berkendaran jarak sendiri, karena posisi mengemudi bisa jadi sangat tidak nyaman dan lama drive dapat sangat melelahkan. Pastikan kursi dan seatbelt yang disesuaikan dengan baik dan memakai pakaian longgar nyaman. Juga pastikan ibu memiliki cukup untuk makan dan minum selama perjalanan jalan untuk menjaga tingkat energi atas.
2. Kebutuhan Traveling Pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
1. Boleh asal konsultasi lebih dahulu
2. waktu terbaik adalah pada usia kehamilan trimester II (minggu ke 13 sampai ke 28)
3. Trimester I akan menganggu karena mual, kelelahan, resiko abortus
4. Trimester III akan menganggu karena beban perut makin besar, kelelahan, resiko prematur.

2.4 Persiapan persalinan dan laktasi
Salah satu persiapan persalinan adalah meningkatkan kesehatan optimal dan segera dapat memberikan laktasi. Untuk mempersiapkan laktasi, peerlu dilakukan persiapan perawatan payudara untuk persiapan laktasi. Persiapan mental dan fisik yang cukup membuat proses menyusui menjadi mudah dan menyenangkan.
Payudara adalah sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi, yang perlu diperhatikan dalam persiapan laktasi adalah :
·         Bra harus sesuai dengan pembesaran payudara yang sifatnya menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan
·         Sebaliknya ibu hamil masuk dalam kelas ”bimbingan persiapan menyusui”.
·         Penyuluhan (audio-visual) tentang :
-        Keunggulan ASI dan kerugian susu botol
-        Manfaat rawat gabung
-        Perawatan bayi
-        Gizi ibu hamil dan menyusui
-        Keluarga berencana,dll
·         Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan menyusui
·         Pelayanan pemeriksaan payudara dan senam hamil
·         Persiapan psikologis untuk ibu menyusui berupa sikap ibu dipengaruhi oleh faktor-faktor :
-        Adat istiadat / kebiasaan / kebiasaan menyusui di daerah masing-masing
-        Pengalaman menyusui sebelumnya / pengalaman menyusui dalam keluarga / tidak
-        Pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan yang diinginkan atau tidak
-        Dukungan dari tenaga kesehatan, teman atau kerabat dekat.


Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah :
·         Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya, menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninnya. Bila ada masalah, petugas kesehatan akan menolong dengan senang hati.
·         Keyakinan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu botol / formula
·         Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain
·         Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu harus dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayinya, sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga
·         Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan tenaga kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang dihadapinya.
Perawatan payudara sebelum melahirkan (Prenatal Breast Care)
Bertujuan memelihara hygiene payudara, melenturkan atau menguatkan puttng susu, dan mengeluarkan puting susu yang datar atau masuk ke dalam (retracted nipple). Teknik perawatannya adalah sebagai berikut:
·         Kompres puting susu dan daerah sekitarnya dengan menempelkan kapas atau lap yang di basahi minyak.
·         Bersihkan puting susu dan daerah sekitarnya dengan handuk kering yang bersih.
·         Pegang kedua puting susu, lalu tari keluar bersama dan diputar 20 kali ke  dalam dan keluar.
·         Pangkal payudara dipeganag dengan kedua tangan lalu payudara diurut dari pangkal menuju puting sebanyak 30 kali.
·         Kemudian pijat daerah aerola sehingga keluar cairan 1 – 2 tetes untuk memastikan saluran susu tidak tersumbat.
Selain mengonsumsi makanan bergizi dan menjalani pola hidup sehat, ada 3 hal penting yang perlu dilakukan ibu agar sukses menyusui, yaitu:
·         Tumbuhkan Niat
Niat adalah kunci sukses untuk memberikan ASI eksklusif bagi sang buah hati. Niat ini harusnya sudah tertanam kuat jauh hari sebelumnya, yakni sejak si kecil masih berada dalam kandungan ibu. Ibu harus bertekad akan memberikan makanan yang terbaik bagi bayinya. Dengan niat bulat, ibu akan berpikir optimis. Dari situ terbentuk energi positif yang akan memengaruhi kesiapan semua organ-organ menyusui sehingga ASI pun mengalir lancar. Jika ibu yakin bisa menyusui, ASI yang keluar pasti banyak.
·         Hilangkah Stres
Buang jauh-jauh semua pikiran negatif tentang ASI dan menyusui. Yakinlah, setiap ibu pasti bisa menyusui dan bayi tak akan pernah kekurangan ASI. Di sisi lain, ibu juga tak boleh terlalu bersemangat untuk memberikan ASI, karena sikap berlebihan ini (euforia) akan mengganggu sistem metabolisme produksi susu sehingga ASI yang keluar justru jadi sedikit. Bila ada masalah, ibu dianjurkan berkonsultasi ke klinik laktasi.
·         Lakukan Pijat Payudara
Pemijatan pada payudara dapat meningkatkan volume ASI, lakukan dua kali sehari saat mandi pagi dan sore. Berikut panduannya:
a.       Cuci tangan sampai bersih, keringkan, lalu tuangkan minyak ke telapak tangan. Sokong payudara kiri dengan tangan kiri. Buatlah gerakan melingkar kecil-kecil dengan dua atau tiga jari tangan kanan, dari pangkal payudara dan berakhir di daerah puting susu dengan gerakan spiral. Puting tak perlu dipijat karena tak berkelenjar. Kemudian, buat gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu di seluruh bagian payudara. Lakukan hal sama untuk payudara kanan.
b.      Letakkan kedua telapak tangan di antara dua payudara. Urut dari tengah ke atas sambil mengangkat kedua payudara dan lepaskan kedua payudara secara perlahan-lahan. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali.
c.       Sangga payudara kiri dengan kedua tangan, ibu jari di atas dan empat jari lain di bawah. Peras dengan lembut payudara sambil meluncurkan kedua tangan ke depan ke arah puting susu. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan.
d.      Kemudian lakukan gerakan tangan dengan posisi paralel. Sangga payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah pangkal payudara ke arah puting susu. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali.
e.       Letakkan satu tangan di sebelah atas dan satu lagi di bawah payudara. Luncurkan kedua tangan secara bersamaan ke arah puting susu dengan cara memutar tangan. Ulangi gerakan ini sampai semua bagian payudara terkena urutan.
f.       Selanjutnya puting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak berguna untuk melenturkan dan melembapkan puting agar saat menyusui puting tak gampang lecet. Bersihkan dengan kapas bersih yang dicelup ke dalam air hangat.
g.      Usai pemijatan, lakukan pengompresan. Sediakan dua baskom sedang yang masing-masing berisi air hangat dan air dingin. Dengan menggunakan waslap, kompres kedua payudara bergantian dengan air dingin, masing-masing selama satu menit. Selanjutnya, kompres bergantian selama 3 kali berturut-turut dan akhiri dengan kompres air hangat. Bersihkan dengan handuk hingga kering.


h.      Usai dipijat, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari. Gunanya agar sirkulasi darah bekerja lebih baik.
PERSIAPAN UNTUK PERSALINAN DI RUMAH SAKIT

Persiapan Yang Harus Dibawa ke Rumah Sakit
Setelah minggu-minggu terakhir kehamilan anda waktu akan terasa begitu sedikit. Dan kapan waktu persalinan akan terjadi kadang tak dapat dipastikan. Adalah lebih baik jika anda sudah mempersiapkan apa saja yang harus dibawa ke rumah sakit pada saat hari H tiba.

Setelah kehamilan anda mencapai sekitar 7 bulan atau akhir kehamilan 28 minggu persiapkanlah barang-barang untuk persalinan yang akan dibawa ke rumah sakit dan masukkan kedalam satu tas khusus. Ingat untuk memberitahukan suami anda tentang tas yang telah anda persiapkan ini. Sehingga bila harinya tiba semuanya telah siap.

Beberapa barang yang diperlukan untuk IBU di rumah sakit:
Baju tidur. Bawalah baju tidur yang nyaman untuk anda pakai, sebaiknya yang mempunyai kancing di bagian depan sehingga mempermudah untuk menyusui bayi anda. Bawalah baju tidur dengan jumlah yang cukup anda dapat memperkirakan untuk persalinan normal atau alamiah biasanya 2 hari dan untuk persalinan operasi Caesar dibutuhkan 4-5 hari.
1 set Baju untuk anda pulang dari rumah sakit. Anda mungkin masih tetap terlihat seperti hamil, karena butuh waktu untuk tubuh kembali ke bentuk semula. Untuk itu bawalah baju yang nyaman, dan tidak sempit.
Sandal. Untuk anda berjalan sepanjang koridor rumah sakit dan juga menjaga kaki anda untuk tetap hangat.
Pakaian dalam. Bawalah BH untuk menyusui dan celana dalam secukupnya.
Pembalut wanita khusus untuk ibu bersalin.
Gurita atau korset untuk ibu baru bersalin.
Perlengkapan anda. Bawalah juga bedak, sisir, lipstick, pengharum tubuh/deodoran anda untuk anda berdandan karena anda akan bertemu dengan teman atau keluarga yang mengunjungi anda setelah proses kelahiran.
Handuk, sabun. Pada beberapa rumah sakit menyediakannya, tapi tergantung bila anda ingin menggunakan milik anda sendiri maka anda lebih baik mepersiapkannya.
Keperluan untuk BAYI anda:
Biasanya keperluan bayi akan disediakan oleh rumah sakit. Anda cukup menyediakan persiapan untuk pulang dari rumah sakit.
Popok, bawalah beberapa buah.
Baju bayi, bawalah 2 buah karena bayi kadang Gumo(memuntahkan sedikit susu).
Selimut atau Bedong.
Kaos kaki dan tanggan.
Gendongan.

Persiapkanlah apa yang perlu anda bawa ke Rumah Sakit untuk persiapan persalinan dalam 1 tas dan letakkan ditempat yang mudah dijangkau dan jangan lupa memberitahu pasangan anda tentang tas itu.
4. Kebutuhan Persiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
A. Membuat rencana persalinan
1) Tempat persalinan
2) Memilih tenaga kesehatan terlatih
3) Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut
4) Bagaimana transportasi ke tempat persalinan
5) Siapa yang akan menemani saat persalinan
6) Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengumpulkan biaya tersebut
7) Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada
B. Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan pada saat pengambilan keputusan tidak ada
C. Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan
D. Membuat rencana/pola menabung
E. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan
2.5 MEMANTAU KESEJAHTERAAN BAYI
Biasanya pada ibu hamil trimester pertama belum terlalu memperhatikan tentang perkembangan janin mereka. Namun baru pada trimester dua ibu hamil lebih memperhatikan janin mereka dengan memantau perkembangannya. Contohnya seperti pemeriksaan USG. Ibu itu dapat melihat gerakan janin yang ada di perut mereka baik dengan 3 dimensi maupun 4 dimensi. Jika terjadi ketidak normalan pada janin merekapun dapat terlihat sehingga dapat untuk mengetahui sejak awal.
Selain itu ibu hamil juga bisa memantaunya dengan cara memeriksa pada bidan, di situ akan diperiksa leopold dan akan didengar DJJ oleh bidan. Selain itu ibu hamil dapat berkonsultasi baik keluhan maupun saran kepada ibu bidan.
Ibu hamilpun dapat memantau tumbuh kembang janinnya sendiri dengan cara lebih memperhatikan makanannya apakah sudah cukup gizi atau belum. Pola istirahat pun dapat lebih dijaga karena sebaiknya ibu hamil tidak boleh terlalu lelah, faktor lingkungan yang bersih dan nyaman pun sangat diperluka bagi ibu hamil.
2.6 Mobilisasi, Body Mekanik
2.6.1 Pengertian Body Mekanik

Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan kiat berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi tegang. Body mekanik (sikap tubuh yang baik) diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman dan nyaman selama kehamilan.
Sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang.

Alternatif sikap untuk mencegah dan mengurangi sakit pinggang :

1. Gerakan atau goyangkan panggul dengan tangan diatas lutut dan sambil duduk di kursi dengan punggung yang lurus atau goyangkan panggul dengan posisi berdiri pada sebuah dinding.
2. Untuk berdiri yang lama misalnya menyetrika, bekerja di luar rumah yaitu letakkan satu kaki diatas alas yang rendah secara bergantian atau menggunakan sebuah kotak.

3. Untuk duduk yang lama caranya yaitu duduk yang rendah menapakkan kaki pada lantai lebih disukai dengan lutut lebih tinggi dari pada paha.

4. Menggunakan body mekanik dimana disini otot-otot kaki yang berperan.

a. Untuk menjangkau objek pada lantai atau dekat lantai yaitu dengan cara membengkokan kedua lutut punggung harus lurus, kaki terpisah 12-18 inchi untuk menjaga keseimbangan.

b. Untuk mengangkat objek yang berat seperti anak kecil caranya yaitu mengangkat dengan kaki, satu kaki diletakkan agak kedepan dari pada yang lain dan juga telapak lebih rendah pada satu lutut kemudian berdiri atau duduk satu kaki diletakkan agak kebelakang dari yang lain sambil ibu menaikkan atau merendahkan dirinya.

5. Menyarankan agar ibu memakai sepatu yang kokoh atau menopang dan tumit yang rendah tidak lebih dari 1 inchi.

Ibu hamil boleh melakukan kegiatan/aktivitas fisik biasa selama tidak terlalu melelahkan. Ibu hamil dapat melakukan pekerjaan seperti menyapu,mengepel, masak, dan mengajar. Semua pekerjaan tersebut harus sesuai dengan kemampuan wanita tersebut dan mempunyai cukup waktu untuk istirahat.

2.6.2 Sikap Tubuh yang Perlu diperhatikan oleh Ibu Hamil
Secara anatomi, ligamen sendi putar dapat meningkatkan pelebaran/pembesaran rahim pada ruang abdomen. Nyeri pada ligamen ini terjadi karena pelebarab dan tekanan pada ligemen karena adanya pembesaran rahim. Nyeri pada ligamen ini merupakan suatu ketidaknyamanan pada ibu hamil.

Sikap tubuh yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil adalah sebagai berikut :

a. Duduk
Tempatkan tangan di lutut dan tarik tubuh ke posisi tegak. Atur dagu ibu dan tarik bagian atas kepala seperti ketika ibu berdiri.

b. Berdiri
Sikap berdiri yang benar sangat membantu sewaktu hamil di saat janin berat janin semakin bertambah, jangan berdiri untuk jangka waktu yang lama. Berdiri dengan menegakkan bahu dan mengangkat pantat. Tegak lurus dari telinga sampai ke tumit kaki.

c. Berjalan
Ibu hamil penting untuk tidak memakai sepatuberhak tinggi atau tanpa hak. Hindari juga sepatu bertumit runcin karena mudah menghilangkan keseimbangan.

d. Tidur
Ibu boleh tidur tengkurap kalau sudah terbiasa namun tekuklah sebelah kaki dan pakailah guling supaya ada ruangan bagi anak anda. Posisi miring juga mengenangkan, namun jangan lupa memakai guling untuk menopang beratrahim anda. Sebaiknya setelah usia kehamilan enam bulan, hindari tidur terlentang, karena tekanan rahim pada pembuluh darah utama dapat menyebabkan pingsang. Tidur dengan kedua tungkai kaki lebih tinggi dari badan dapat mengurangi rasa lelah.

e. Bangun dari berbaring
Untuk bangun dari tempat tidur, geser dulu tubuh ibu ke tepi tempat tidur, kemudian tekuk lutut. Angkat tubuh ibu perlahan dengan kedua tangan, putar tubuh lalu perlahan turunkan kaki ibu. Diamlah dulu dalam posisi duduk beberapa saat sebelum berdiri Lakukan setiap kali ibu bangun dari berbaring.

f. Membungkuk dan mengangkat
Terlebih dahulu menekuk lutut dan gunakan otot kaki untuk tegak kembali. Hindari membungkuk yang dapat membuat punggung tegang, termasuk untuk mengambil sesuatu yang ringan sekalipun.

2.6.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mobilisasi, Body Mekanik

1. Faktor yang Mempengaruhi Body Mekanik :

a. Status Kesehatan
Perubahan status kesehatn dapat mempengaruhi dapat mempengaruhi sistem muskuloskeletal dan sistem saraf berupa penurunan koordinasi sehingga dapat mempengaruhi mekanika tubuh.

b. Pengetahuan
Pengetahuan yang baik terhadap mekanika tubuh akan mendorong seseorang untuk mempergunakannya secara benar, sehingga akan mengurangi energi yang dikeluarkan.

c. Situasi dan Kebiasaan
Misalnya sering mengangkat benda-benda berat.

d. Gaya Hidup
Perubahan pola hidup seseorang akan menyebabkan stres sehingga menimbulkan kecerobohan dalam beraktivitas, sehingga dapat menggangu koordinasi antara sistem muskuloskeletal dan neurologi, yang akhirnya akan mengakibatkan perubahan mekanika tubuh.

e. Emosi
Seseorang yang mengalami perasaan tidak aman, tidak bersemangat, dan harga diri yang rendah, akan mudah mengalami perubahan dalam mekanika tubuh.

f. Nutrisi
Kekurangan nutrisi bagi tubuh dapat menyebabkan kelemahan otot dan memudahkan terjadinya penyakit.

2. Faktor yang Mempengaruhi Mobilisasi

a. Kebudayaan
Sebagai contoh,orang yang memiliki budaya sering berjalan jauh memiliki kemamapuan mobilitas yang kuat.

b. Gaya Hidup
Perubahan pola hidup seseorang akan menyebabkan stres sehingga menimbulkan kecerobohan dalam beraktivitas, sehingga dapat menggangu koordinasi antara sistem muskuloskeletal dan neurologi, yang akhirnya akan mempengaruhi mobilisasi,

c. Proses Penyakit/injury
Dapat mempengaruhi fungsi sistem tubuh.

d. Tingkat Energi
Untuk dapat melakukan mobilitas yang baik, dibutuhkan energi yang cukup.
e. Tingkat Perkembangan
Kemampuan atau kematangan fungsi alat gerak sejalan dengan perkembagan usia.
2.7 Exercise / Senam Hamil
Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut :
Ø  Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varices, bengkak dan lain-lain.
Ø  Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan  oksigen akan terpenuhi.
-       Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul dan lain-lain.
-       Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.
-       Mendukung ketenangan fisik.       

Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam hamil sebagai berikut :
Ø  Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22 minggu)
Ø  Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang menjalani kesakitan persalinan / melahirkan anak premature pada persalinan sebelumnya
Ø  Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang
Ø  Berpakaian cukup longgar
Ø  Menggunakan kasur



BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Kehamilan (graviditas) adalah mulai dengan konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan persalinan. Kehamilan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu trimester I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester II dimulai bulan ke- 4 sampai bulan ke- 6, trimester III dimulai bulan ke- 7 sampai bulan ke- 9. Kebutuhan ibu yang tidak hamil dan kebutuhan ibu yang sedang hamil sangatlah berbeda, oleh sebab itu sebagai ibu yang sedang hamil hendaknya mempunyai kesadaran akan pentingnya kebutuhan dasar ibu hamil yang harus dipenuhi. Tetapi hal ini tidak saja dibebankan kepada ibu hamil tetapi suami, keluarga, bahkan lingkungan sekitar seharusnya mendukung untuk sebisa mungkin memenuhi kebutuhan yang diperlukan ibu hamil guna membantu kelancaran kehamilan ibu.













DAFTAR PUSTAKA

1.        http://askep-askeb-kita.blogspot.com/
2.        Stoppard, Miriam. 2002. Kehamilan dan Kelahiran. Jakarta :Mitra Media publisher.
3.        Sulistyawati A. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.
4.        Susilowati H, Endang. 2006. Lebih  jauh tentang kehamilan. Jakarta : Edsa Mahkota.
5.        Walsh, Linda. 2001. Community – Based Care During the Childbearing Year. W.B Saunders Company. United States of America.
6.        ______________ . 2003. Buku 2 : Asuhan Antenatal. Pusdiknakes.