Tampilkan postingan dengan label Asuhan Kebidanan 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asuhan Kebidanan 1. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

Menjelaskan Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Sesuai dengan Perkembangannya


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah yg berjudul “KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, TRIMESTER II, TRIMESTER III”. Adapun maksud dan tujuan kami menyusun makalah ini yaitu untuk menjelaskan secara singkat mengenai pengertian, jenis-jenis, penyebab, dan dampak dari permasalahan ibu hamil itu sendiri.

Tentunya makalah ini tidak lepas dari bantuan semua pihak, oleh sebab itu pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada :
Orang tua kami atas segala dukungan dan bantuannya, baik secara moril maupun materil .
Teman-teman dan semua pihak yg terlibat atas bantuan nya.

kami menyadari penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca semua sangat diharapkan. Dan harapan kami semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para pembaca

Bogor, 25 Mei 2013

Penulis




i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………..….................i
DAFATR ISI …………………………………………………………………….....................ii
BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………............1
1.1     Latar Belakang …………………………………………………………….............1
1.2     Rumusan Masalah …………………………………………………......................1
1.3     Tujuan …………....................……………………………………………...............2
BAB II. PEMBAHASAN …………………………………………………………….............3
2.1     Istirahat dan Tidur …………..........................…………………………...............3
2.2     Imunisasi ……….................................................................................…............3
2.3     Berpergian (Travelling) ……………………….…………………………..............4
2.4     Persiapan Persalinan …………………………...........................………............5
2.5 Memantau Kesejahteraan Janin ....................................................................11
2.6 Mobilisasi, Body Mekanik .................................................................................11
2.7 Exercise/Senam Hamil ......................................................................................16
BAB III. PENUTUP ………………………………………………………………….............17
3.1    Kesimpulan …………………………………………………………………...........17
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………..........18





ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Kehamilan dibagi menjadi tiga buah Trimester yaitu Kehamilan Trimester I, Kehamilan Trimester II dan Kehamilan Trimester III. Dalam setiap kehamilannya banyak ibu hamil yang mengalami permasalahan kehamilan di tiap masa kehamilan yang berbeda, tetapi lepas dari hal tersebut semua ibu hamil memiliki kebutuhan dasar yang sama dan harus dipenuhi.
Masa awal kehamilan biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman. Contohnya, timbulnya rasa mual dan kelelahan yang sangat, biasanya adalah gejala yang sangat umum terjadi. Gejala lain, seperti mimisan dan infeksi kandung kemih, sangat jarang terjadi. Segera setelah ibu mengalami kehamilan, tubuh ibu mulai mengadakan beberapa perubahan besar yang membuatnya dapat menerima kehadiran janin selama 37 minggu yang penuh dengan pertumbuhan dan perubahan. Kelenjar-kelenjar pada sistem endokrin dan plasenta meningkatkan produksi hormonnya. Volume darah bertambah dan rahim membesar. Pada bulan keempat kehamilan, ibu akan merasa jauh lebih baik, biasanya karena tubuh telah beradaptasi dengan perubahan besar yang terjadi. Sampai saat ini tiba ibu boleh merasa tenang, karena gejala-gejala yang dirasakan pada trimester pertama berarti ibu menjalani kehamilan yang normal yang akan berakhir dengan baik pula. Mual pada pagi hari dan gejala lain yang ibu rasakan pada saat ini biasanya akan dapat dihadapi dengan baik.
Ibu hamil hendaknya mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan body mekanik (sikap tubuh yang baik), ini diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman dan nyaman selama kehamilan. Dengan meningkatnya pengetahuan akan kesehatan, kini kaum wanita mulai memiliki kesadaran akan pentingnya kebutuhan-kebutuhan dasar yang dia butuhkan selama masa kehamiannya. Ini bukan berarti hanya berlaku pada ibu hamil saja tetapi ini juga termasuk kesadaran suami, keluarga bahkan lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk ibu hamil demi kelancaran dan keselamatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.
1.2    Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian kehamilan?
2.    Bagaimana tanda dan gejala kehamilan?
3.    Bagaimana perubahan fisiologis pada kehamilan?
4.    Apa saja kebutuhan dasar pada ibu hamil dan cara pemenuhannya?
5.    Apa saja ketidaknyamanan pada ibu hamil dan cara mengatasinya?

1.3    Tujuan
1.    Untuk mengetahui pengertian kehamilan
2.    Untuk mengetahui tanda dan gejala kehamilan
3.    Untuk mengetahui perubahan fisiologis pada kehamilan
4.    Untuk mengetahui. kebutuhan dasar pada ibu hamil dan cara pemenuhannya
5.    Untuk mengetahui ketidaknyamanan pada ibu hamil dan cara mengatasinya











BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Istirahat dan tidur
Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik, karena istirahat dan tidur secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin.
2.2 Imunisasi
Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT). Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus. Terutama imunisasi tetanus untuk melindungi bayi terhadap penyakit tetanus neonatorum. Imunisasi dilakukan pada trimester I / II pada kehamilan 3 – 5 bulan dengan interval minimal 4 minggu. Lakukan suntikan secara IM (intramuscular) dengan dosis 0,5 mL. imunisasi yang lain dilakukan dengan indikasi yang lain.
Menurut WHO seorang ibu tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan ( I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian )
1. Kebutuhan Imunisasi Pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
Imunisasi
Interval
Durasi Perlindungan
TT1
TT2
TT3
TT4
TT5
Selama kunjungan antenatal pertama
4 minggu setelah TT1
6 bulan setelah TT2
1 tahun setelah TT3
1 tahun setelah TT4
-
3 tahun
5 tahun
10 tahun
25 tahun (seumur hidup)

Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat.

2.3 Bepergian (Travelling)
Sedang hamil tidak berarti Anda tidak dapat pergi berlibur untuk seluruh 9 bulan Anda istilah, tetapi tidak berarti bahwa anda harus melakukan sedikit ekstra hati-hati ketika membuat rencana, baik untuk menjamin kenyamanan dan perlindungan Anda dan bayi yg belum lahir.
Bepergian dengan pesawat udara biasa tidak perlu dikhawatirkan karena tidak membahaykan kehamilan. Tekanan udara di dalam kabin penumpang telah diatur sesuai atmosfer biasa. Aman untuk melakukan perjalanan udara di trimester kedua, dan International Air Transport Association (IATA) pedoman menyarankan Anda berhenti perjalanan udara setelah minggu ke 36. Menghindari risiko kelahiran prematur dan komplikasi lain. Jika Anda memperoleh yang cukup besar dan ke 28. Minggu, maka anda harus membawa surat dari ibu yang menunjukkan layanan yang ditujukan tanggal, karena beberapa maskapai Mei permintaan ini ketika anda memeriksa untuk keselamatan Anda sendiri. Walaupun ia bukan yang sering berada pada tahap pertama adalah kehamilan membahayakan anda atau bayi Anda, tetapi yang penting untuk minum banyak air dan pastikan Anda bangun dan stretch kaki Anda secara teratur sebagai bayi berat dapat membuat Anda lebih rentan terhadap peredaran darah masalah selama penerbangan panjang. Morning sickness juga dapat membuat Anda lebih rentan terhadap perjalanan penyakit, dan banyak melakukan perjalanan, sebagai obat penyakit tidak dianjurkan selama kehamilan Anda hanya akan dapat mencoba solusi alternatif seperti akupunktur band (band laut) atau teh jahe.
Disarankan ibu untuk tidak lama berkendaran jarak sendiri, karena posisi mengemudi bisa jadi sangat tidak nyaman dan lama drive dapat sangat melelahkan. Pastikan kursi dan seatbelt yang disesuaikan dengan baik dan memakai pakaian longgar nyaman. Juga pastikan ibu memiliki cukup untuk makan dan minum selama perjalanan jalan untuk menjaga tingkat energi atas.
2. Kebutuhan Traveling Pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
1. Boleh asal konsultasi lebih dahulu
2. waktu terbaik adalah pada usia kehamilan trimester II (minggu ke 13 sampai ke 28)
3. Trimester I akan menganggu karena mual, kelelahan, resiko abortus
4. Trimester III akan menganggu karena beban perut makin besar, kelelahan, resiko prematur.

2.4 Persiapan persalinan dan laktasi
Salah satu persiapan persalinan adalah meningkatkan kesehatan optimal dan segera dapat memberikan laktasi. Untuk mempersiapkan laktasi, peerlu dilakukan persiapan perawatan payudara untuk persiapan laktasi. Persiapan mental dan fisik yang cukup membuat proses menyusui menjadi mudah dan menyenangkan.
Payudara adalah sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi, yang perlu diperhatikan dalam persiapan laktasi adalah :
·         Bra harus sesuai dengan pembesaran payudara yang sifatnya menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan
·         Sebaliknya ibu hamil masuk dalam kelas ”bimbingan persiapan menyusui”.
·         Penyuluhan (audio-visual) tentang :
-        Keunggulan ASI dan kerugian susu botol
-        Manfaat rawat gabung
-        Perawatan bayi
-        Gizi ibu hamil dan menyusui
-        Keluarga berencana,dll
·         Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan menyusui
·         Pelayanan pemeriksaan payudara dan senam hamil
·         Persiapan psikologis untuk ibu menyusui berupa sikap ibu dipengaruhi oleh faktor-faktor :
-        Adat istiadat / kebiasaan / kebiasaan menyusui di daerah masing-masing
-        Pengalaman menyusui sebelumnya / pengalaman menyusui dalam keluarga / tidak
-        Pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan yang diinginkan atau tidak
-        Dukungan dari tenaga kesehatan, teman atau kerabat dekat.


Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah :
·         Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya, menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninnya. Bila ada masalah, petugas kesehatan akan menolong dengan senang hati.
·         Keyakinan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu botol / formula
·         Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain
·         Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu harus dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayinya, sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga
·         Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan tenaga kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang dihadapinya.
Perawatan payudara sebelum melahirkan (Prenatal Breast Care)
Bertujuan memelihara hygiene payudara, melenturkan atau menguatkan puttng susu, dan mengeluarkan puting susu yang datar atau masuk ke dalam (retracted nipple). Teknik perawatannya adalah sebagai berikut:
·         Kompres puting susu dan daerah sekitarnya dengan menempelkan kapas atau lap yang di basahi minyak.
·         Bersihkan puting susu dan daerah sekitarnya dengan handuk kering yang bersih.
·         Pegang kedua puting susu, lalu tari keluar bersama dan diputar 20 kali ke  dalam dan keluar.
·         Pangkal payudara dipeganag dengan kedua tangan lalu payudara diurut dari pangkal menuju puting sebanyak 30 kali.
·         Kemudian pijat daerah aerola sehingga keluar cairan 1 – 2 tetes untuk memastikan saluran susu tidak tersumbat.
Selain mengonsumsi makanan bergizi dan menjalani pola hidup sehat, ada 3 hal penting yang perlu dilakukan ibu agar sukses menyusui, yaitu:
·         Tumbuhkan Niat
Niat adalah kunci sukses untuk memberikan ASI eksklusif bagi sang buah hati. Niat ini harusnya sudah tertanam kuat jauh hari sebelumnya, yakni sejak si kecil masih berada dalam kandungan ibu. Ibu harus bertekad akan memberikan makanan yang terbaik bagi bayinya. Dengan niat bulat, ibu akan berpikir optimis. Dari situ terbentuk energi positif yang akan memengaruhi kesiapan semua organ-organ menyusui sehingga ASI pun mengalir lancar. Jika ibu yakin bisa menyusui, ASI yang keluar pasti banyak.
·         Hilangkah Stres
Buang jauh-jauh semua pikiran negatif tentang ASI dan menyusui. Yakinlah, setiap ibu pasti bisa menyusui dan bayi tak akan pernah kekurangan ASI. Di sisi lain, ibu juga tak boleh terlalu bersemangat untuk memberikan ASI, karena sikap berlebihan ini (euforia) akan mengganggu sistem metabolisme produksi susu sehingga ASI yang keluar justru jadi sedikit. Bila ada masalah, ibu dianjurkan berkonsultasi ke klinik laktasi.
·         Lakukan Pijat Payudara
Pemijatan pada payudara dapat meningkatkan volume ASI, lakukan dua kali sehari saat mandi pagi dan sore. Berikut panduannya:
a.       Cuci tangan sampai bersih, keringkan, lalu tuangkan minyak ke telapak tangan. Sokong payudara kiri dengan tangan kiri. Buatlah gerakan melingkar kecil-kecil dengan dua atau tiga jari tangan kanan, dari pangkal payudara dan berakhir di daerah puting susu dengan gerakan spiral. Puting tak perlu dipijat karena tak berkelenjar. Kemudian, buat gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu di seluruh bagian payudara. Lakukan hal sama untuk payudara kanan.
b.      Letakkan kedua telapak tangan di antara dua payudara. Urut dari tengah ke atas sambil mengangkat kedua payudara dan lepaskan kedua payudara secara perlahan-lahan. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali.
c.       Sangga payudara kiri dengan kedua tangan, ibu jari di atas dan empat jari lain di bawah. Peras dengan lembut payudara sambil meluncurkan kedua tangan ke depan ke arah puting susu. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan.
d.      Kemudian lakukan gerakan tangan dengan posisi paralel. Sangga payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah pangkal payudara ke arah puting susu. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali.
e.       Letakkan satu tangan di sebelah atas dan satu lagi di bawah payudara. Luncurkan kedua tangan secara bersamaan ke arah puting susu dengan cara memutar tangan. Ulangi gerakan ini sampai semua bagian payudara terkena urutan.
f.       Selanjutnya puting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak berguna untuk melenturkan dan melembapkan puting agar saat menyusui puting tak gampang lecet. Bersihkan dengan kapas bersih yang dicelup ke dalam air hangat.
g.      Usai pemijatan, lakukan pengompresan. Sediakan dua baskom sedang yang masing-masing berisi air hangat dan air dingin. Dengan menggunakan waslap, kompres kedua payudara bergantian dengan air dingin, masing-masing selama satu menit. Selanjutnya, kompres bergantian selama 3 kali berturut-turut dan akhiri dengan kompres air hangat. Bersihkan dengan handuk hingga kering.


h.      Usai dipijat, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari. Gunanya agar sirkulasi darah bekerja lebih baik.
PERSIAPAN UNTUK PERSALINAN DI RUMAH SAKIT

Persiapan Yang Harus Dibawa ke Rumah Sakit
Setelah minggu-minggu terakhir kehamilan anda waktu akan terasa begitu sedikit. Dan kapan waktu persalinan akan terjadi kadang tak dapat dipastikan. Adalah lebih baik jika anda sudah mempersiapkan apa saja yang harus dibawa ke rumah sakit pada saat hari H tiba.

Setelah kehamilan anda mencapai sekitar 7 bulan atau akhir kehamilan 28 minggu persiapkanlah barang-barang untuk persalinan yang akan dibawa ke rumah sakit dan masukkan kedalam satu tas khusus. Ingat untuk memberitahukan suami anda tentang tas yang telah anda persiapkan ini. Sehingga bila harinya tiba semuanya telah siap.

Beberapa barang yang diperlukan untuk IBU di rumah sakit:
Baju tidur. Bawalah baju tidur yang nyaman untuk anda pakai, sebaiknya yang mempunyai kancing di bagian depan sehingga mempermudah untuk menyusui bayi anda. Bawalah baju tidur dengan jumlah yang cukup anda dapat memperkirakan untuk persalinan normal atau alamiah biasanya 2 hari dan untuk persalinan operasi Caesar dibutuhkan 4-5 hari.
1 set Baju untuk anda pulang dari rumah sakit. Anda mungkin masih tetap terlihat seperti hamil, karena butuh waktu untuk tubuh kembali ke bentuk semula. Untuk itu bawalah baju yang nyaman, dan tidak sempit.
Sandal. Untuk anda berjalan sepanjang koridor rumah sakit dan juga menjaga kaki anda untuk tetap hangat.
Pakaian dalam. Bawalah BH untuk menyusui dan celana dalam secukupnya.
Pembalut wanita khusus untuk ibu bersalin.
Gurita atau korset untuk ibu baru bersalin.
Perlengkapan anda. Bawalah juga bedak, sisir, lipstick, pengharum tubuh/deodoran anda untuk anda berdandan karena anda akan bertemu dengan teman atau keluarga yang mengunjungi anda setelah proses kelahiran.
Handuk, sabun. Pada beberapa rumah sakit menyediakannya, tapi tergantung bila anda ingin menggunakan milik anda sendiri maka anda lebih baik mepersiapkannya.
Keperluan untuk BAYI anda:
Biasanya keperluan bayi akan disediakan oleh rumah sakit. Anda cukup menyediakan persiapan untuk pulang dari rumah sakit.
Popok, bawalah beberapa buah.
Baju bayi, bawalah 2 buah karena bayi kadang Gumo(memuntahkan sedikit susu).
Selimut atau Bedong.
Kaos kaki dan tanggan.
Gendongan.

Persiapkanlah apa yang perlu anda bawa ke Rumah Sakit untuk persiapan persalinan dalam 1 tas dan letakkan ditempat yang mudah dijangkau dan jangan lupa memberitahu pasangan anda tentang tas itu.
4. Kebutuhan Persiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
A. Membuat rencana persalinan
1) Tempat persalinan
2) Memilih tenaga kesehatan terlatih
3) Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut
4) Bagaimana transportasi ke tempat persalinan
5) Siapa yang akan menemani saat persalinan
6) Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengumpulkan biaya tersebut
7) Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada
B. Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan pada saat pengambilan keputusan tidak ada
C. Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan
D. Membuat rencana/pola menabung
E. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan
2.5 MEMANTAU KESEJAHTERAAN BAYI
Biasanya pada ibu hamil trimester pertama belum terlalu memperhatikan tentang perkembangan janin mereka. Namun baru pada trimester dua ibu hamil lebih memperhatikan janin mereka dengan memantau perkembangannya. Contohnya seperti pemeriksaan USG. Ibu itu dapat melihat gerakan janin yang ada di perut mereka baik dengan 3 dimensi maupun 4 dimensi. Jika terjadi ketidak normalan pada janin merekapun dapat terlihat sehingga dapat untuk mengetahui sejak awal.
Selain itu ibu hamil juga bisa memantaunya dengan cara memeriksa pada bidan, di situ akan diperiksa leopold dan akan didengar DJJ oleh bidan. Selain itu ibu hamil dapat berkonsultasi baik keluhan maupun saran kepada ibu bidan.
Ibu hamilpun dapat memantau tumbuh kembang janinnya sendiri dengan cara lebih memperhatikan makanannya apakah sudah cukup gizi atau belum. Pola istirahat pun dapat lebih dijaga karena sebaiknya ibu hamil tidak boleh terlalu lelah, faktor lingkungan yang bersih dan nyaman pun sangat diperluka bagi ibu hamil.
2.6 Mobilisasi, Body Mekanik
2.6.1 Pengertian Body Mekanik

Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan kiat berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi tegang. Body mekanik (sikap tubuh yang baik) diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman dan nyaman selama kehamilan.
Sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang.

Alternatif sikap untuk mencegah dan mengurangi sakit pinggang :

1. Gerakan atau goyangkan panggul dengan tangan diatas lutut dan sambil duduk di kursi dengan punggung yang lurus atau goyangkan panggul dengan posisi berdiri pada sebuah dinding.
2. Untuk berdiri yang lama misalnya menyetrika, bekerja di luar rumah yaitu letakkan satu kaki diatas alas yang rendah secara bergantian atau menggunakan sebuah kotak.

3. Untuk duduk yang lama caranya yaitu duduk yang rendah menapakkan kaki pada lantai lebih disukai dengan lutut lebih tinggi dari pada paha.

4. Menggunakan body mekanik dimana disini otot-otot kaki yang berperan.

a. Untuk menjangkau objek pada lantai atau dekat lantai yaitu dengan cara membengkokan kedua lutut punggung harus lurus, kaki terpisah 12-18 inchi untuk menjaga keseimbangan.

b. Untuk mengangkat objek yang berat seperti anak kecil caranya yaitu mengangkat dengan kaki, satu kaki diletakkan agak kedepan dari pada yang lain dan juga telapak lebih rendah pada satu lutut kemudian berdiri atau duduk satu kaki diletakkan agak kebelakang dari yang lain sambil ibu menaikkan atau merendahkan dirinya.

5. Menyarankan agar ibu memakai sepatu yang kokoh atau menopang dan tumit yang rendah tidak lebih dari 1 inchi.

Ibu hamil boleh melakukan kegiatan/aktivitas fisik biasa selama tidak terlalu melelahkan. Ibu hamil dapat melakukan pekerjaan seperti menyapu,mengepel, masak, dan mengajar. Semua pekerjaan tersebut harus sesuai dengan kemampuan wanita tersebut dan mempunyai cukup waktu untuk istirahat.

2.6.2 Sikap Tubuh yang Perlu diperhatikan oleh Ibu Hamil
Secara anatomi, ligamen sendi putar dapat meningkatkan pelebaran/pembesaran rahim pada ruang abdomen. Nyeri pada ligamen ini terjadi karena pelebarab dan tekanan pada ligemen karena adanya pembesaran rahim. Nyeri pada ligamen ini merupakan suatu ketidaknyamanan pada ibu hamil.

Sikap tubuh yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil adalah sebagai berikut :

a. Duduk
Tempatkan tangan di lutut dan tarik tubuh ke posisi tegak. Atur dagu ibu dan tarik bagian atas kepala seperti ketika ibu berdiri.

b. Berdiri
Sikap berdiri yang benar sangat membantu sewaktu hamil di saat janin berat janin semakin bertambah, jangan berdiri untuk jangka waktu yang lama. Berdiri dengan menegakkan bahu dan mengangkat pantat. Tegak lurus dari telinga sampai ke tumit kaki.

c. Berjalan
Ibu hamil penting untuk tidak memakai sepatuberhak tinggi atau tanpa hak. Hindari juga sepatu bertumit runcin karena mudah menghilangkan keseimbangan.

d. Tidur
Ibu boleh tidur tengkurap kalau sudah terbiasa namun tekuklah sebelah kaki dan pakailah guling supaya ada ruangan bagi anak anda. Posisi miring juga mengenangkan, namun jangan lupa memakai guling untuk menopang beratrahim anda. Sebaiknya setelah usia kehamilan enam bulan, hindari tidur terlentang, karena tekanan rahim pada pembuluh darah utama dapat menyebabkan pingsang. Tidur dengan kedua tungkai kaki lebih tinggi dari badan dapat mengurangi rasa lelah.

e. Bangun dari berbaring
Untuk bangun dari tempat tidur, geser dulu tubuh ibu ke tepi tempat tidur, kemudian tekuk lutut. Angkat tubuh ibu perlahan dengan kedua tangan, putar tubuh lalu perlahan turunkan kaki ibu. Diamlah dulu dalam posisi duduk beberapa saat sebelum berdiri Lakukan setiap kali ibu bangun dari berbaring.

f. Membungkuk dan mengangkat
Terlebih dahulu menekuk lutut dan gunakan otot kaki untuk tegak kembali. Hindari membungkuk yang dapat membuat punggung tegang, termasuk untuk mengambil sesuatu yang ringan sekalipun.

2.6.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mobilisasi, Body Mekanik

1. Faktor yang Mempengaruhi Body Mekanik :

a. Status Kesehatan
Perubahan status kesehatn dapat mempengaruhi dapat mempengaruhi sistem muskuloskeletal dan sistem saraf berupa penurunan koordinasi sehingga dapat mempengaruhi mekanika tubuh.

b. Pengetahuan
Pengetahuan yang baik terhadap mekanika tubuh akan mendorong seseorang untuk mempergunakannya secara benar, sehingga akan mengurangi energi yang dikeluarkan.

c. Situasi dan Kebiasaan
Misalnya sering mengangkat benda-benda berat.

d. Gaya Hidup
Perubahan pola hidup seseorang akan menyebabkan stres sehingga menimbulkan kecerobohan dalam beraktivitas, sehingga dapat menggangu koordinasi antara sistem muskuloskeletal dan neurologi, yang akhirnya akan mengakibatkan perubahan mekanika tubuh.

e. Emosi
Seseorang yang mengalami perasaan tidak aman, tidak bersemangat, dan harga diri yang rendah, akan mudah mengalami perubahan dalam mekanika tubuh.

f. Nutrisi
Kekurangan nutrisi bagi tubuh dapat menyebabkan kelemahan otot dan memudahkan terjadinya penyakit.

2. Faktor yang Mempengaruhi Mobilisasi

a. Kebudayaan
Sebagai contoh,orang yang memiliki budaya sering berjalan jauh memiliki kemamapuan mobilitas yang kuat.

b. Gaya Hidup
Perubahan pola hidup seseorang akan menyebabkan stres sehingga menimbulkan kecerobohan dalam beraktivitas, sehingga dapat menggangu koordinasi antara sistem muskuloskeletal dan neurologi, yang akhirnya akan mempengaruhi mobilisasi,

c. Proses Penyakit/injury
Dapat mempengaruhi fungsi sistem tubuh.

d. Tingkat Energi
Untuk dapat melakukan mobilitas yang baik, dibutuhkan energi yang cukup.
e. Tingkat Perkembangan
Kemampuan atau kematangan fungsi alat gerak sejalan dengan perkembagan usia.
2.7 Exercise / Senam Hamil
Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut :
Ø  Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varices, bengkak dan lain-lain.
Ø  Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan  oksigen akan terpenuhi.
-       Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul dan lain-lain.
-       Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.
-       Mendukung ketenangan fisik.       

Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam hamil sebagai berikut :
Ø  Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22 minggu)
Ø  Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang menjalani kesakitan persalinan / melahirkan anak premature pada persalinan sebelumnya
Ø  Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang
Ø  Berpakaian cukup longgar
Ø  Menggunakan kasur



BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Kehamilan (graviditas) adalah mulai dengan konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan persalinan. Kehamilan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu trimester I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester II dimulai bulan ke- 4 sampai bulan ke- 6, trimester III dimulai bulan ke- 7 sampai bulan ke- 9. Kebutuhan ibu yang tidak hamil dan kebutuhan ibu yang sedang hamil sangatlah berbeda, oleh sebab itu sebagai ibu yang sedang hamil hendaknya mempunyai kesadaran akan pentingnya kebutuhan dasar ibu hamil yang harus dipenuhi. Tetapi hal ini tidak saja dibebankan kepada ibu hamil tetapi suami, keluarga, bahkan lingkungan sekitar seharusnya mendukung untuk sebisa mungkin memenuhi kebutuhan yang diperlukan ibu hamil guna membantu kelancaran kehamilan ibu.













DAFTAR PUSTAKA

1.        http://askep-askeb-kita.blogspot.com/
2.        Stoppard, Miriam. 2002. Kehamilan dan Kelahiran. Jakarta :Mitra Media publisher.
3.        Sulistyawati A. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.
4.        Susilowati H, Endang. 2006. Lebih  jauh tentang kehamilan. Jakarta : Edsa Mahkota.
5.        Walsh, Linda. 2001. Community – Based Care During the Childbearing Year. W.B Saunders Company. United States of America.
6.        ______________ . 2003. Buku 2 : Asuhan Antenatal. Pusdiknakes.

Mengembangkan Perencanaan Asuhan yang Komprehensif


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah penulisan ilmiah yang membahas tentang MAKALAH MENGEMBANGKAN PERENCANAAN ASUHAN YANG KOMPREHENSIF .
Pada penulisan makalah ini, kami berusaha menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh semua orang, sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca. Makalah penulisan ilmiah ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama mahasiswa kesehatan.
 Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini tidaklah sempurna, masih banyak kekurangan dan kelemahan didalam penulisan makalah kami, baik dalam segi bahasa dan pengolahan maupun dalam penyusunan. Untuk itu, kami sangat mengharapkan saran yang sifatnya membangun demi mencapainya suatu kesempurnaan dalam makalah ini.

 Citeureup, 12 April 2013










i
DAFTAR ISI
·         KATA PENGANTAR................................................................................................................i
·         DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
·         BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1
1.1  Latar Belakang.....................................................................................................................1
1.2  Tujuan...................................................................................................................................1
1.2.1        Tujuan Umum................................................................................................................1
1.2.2        Tujuan Khusus................................................................................................................1
·         BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................3
2        Mengembangkan Perencanaan Asuhan yang Komprehensif...............................................3
2.1  Menetapkan Kebutuhan Tes Lab..........................................................................................3
2.2  Menetapkan Kebutuhan Belajar...........................................................................................4
2.3  Menetapkan Kebutuhan Konsultasi/Rujukan Pada Tenaga Profesional Lainnya................7
2.4  Menetapkan Kebutuhan Untuk Pengobatan Komplikasi Ringan.........................................9
·         BAB III PENUTUP..................................................................................................................14
Kesimpulan...............................................................................................................................14
·          Referensi.....................................................................................................................15







ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Pemeriksaan laboratorium awal pada wanita dengan resiko ringan meliputi tes darah berikut : golongan darah dan faktor rhesus(Rh), skining antibodi, hitung darah lengkap (hematokrit), Rapid Plasma Reagin (RPR), atau tes lain untuk mendeteksi sifilis, titer rubela, HBSAg dan HIV. Banyak juga klinisi melakukan kultur urine. Kondisi umum klien memungkinkan pelaksanaan tes tambahan. Seiring kemajuan tes kehamilan, tes tambahan seperti skrining tripel serum maternal juga diperlukan.
Sistem rujukan dalam pelayanan obstetri adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal. Rujukan vertikal maksudnya rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit lain yang lebih lengkap. Umpamanya dari rumah sakit kabupaten ke rumah sakit provinsi atau rumah sakit tipe C ke rumah sakit tipe B yang lebih spesialistis fasilitas dan personalianya. Sedangkan horizontal maksudnya konsultasi dan komunikasi antar unit yang ada dalam satu rumah sakit, misalnya antara bagian kebidanan dan bagian ilmu kesehatan anak.
Konseling adalah kebutuhan proses pembicaraan dan pembahasan masalah-masalah antara kita dengan konselor (orang yang dilatih untuk mengatasi masalah PMS).


1.2  Tujuan
1.2.1        Tujuan Umum
Mengembangkan rencana asuhan yang komprehensif

1.2.2        Tujuan Khusus
·         Menetapkan Kebutuhan Tes Laboratorium
·         Menetapkan Kebutuhan Belajar
·         Menetapkan Kebutuhan Atau Rujukan Pada tenaga Profesional Lainnya
·         Kebutuhan Konseling HIV/PMS
·         Jadwal Kunjungan Sesuai dengan Perkembangan Kehamilan
·          Asuhan Kehamilan Kunjungan Ulang
·         Mengevaluasi Data Dasar




















BAB II
PEMBAHASAN
2. MENGEMBANGKAN PERENCANAAN ASUHAN YANG KOMPREHENSIF

2.1 MENETAPKAN KEBUTUHAN TES LAB
Pemeriksaan laboratorium awal pada wanita dengan resiko ringan meliputi tes darah berikut : golongan darah dan faktor rhesus(Rh), skining antibodi, hitung darah lengkap (hematokrit), Rapid Plasma Reagin (RPR), atau tes lain untuk mendeteksi sifilis, titer rubela, HBSAg dan HIV. Banyak juga klinisi melakukan kultur urine. Kondisi umum klien memungkinkan pelaksanaan tes tambahan. Seiring kemajuan tes kehamilan, tes tambahan seperti skrining tripel serum maternal juga diperlukan.
Tujuan dilakukannya tes laboratorium adalah untuk mendeteksi kamplikasi-komplikasi kehamilan pada ibu hamil. Hal-hal yang bersangkutan dengan test  laboratorium :
1.    Pemeriksaan Laboratorium saat Antepartum
a.    Pemeriksaan urine, untuk mengetahui adanya kadar protein dan kadar glukosa di dalam urine.
b.    Pemeriksaan darah, untuk mengetahui golongan darah, faktor rhesus (Rh), Hemoglobin dan rubelanya.
c.    Pemeriksaan ultrasonografi, untuk mengetahui apakah ada komplikasi kehamilan atau tidak, memastikan kehadiran janin, ukuran janin dan posisi plasenta, serta menetapkan bahwa ukuran janin meningkat atau tidak. Untuk mengetahui kondisi yang ada di dalam uterus dapat dilihat melalui layar oskiloskop dalam bentuk gambar bayangan
2.    Pemeriksaan Laboratorium saat Pascapartum
a.    Pemeriksaan darah, untuk mengetahui homoglobin
b.    Hematokrit
c.    Urin bersih, untukurinalisis rutin
3.    Pemeriksaan laboratorium intrapartum
Jika wanita sudah ada pada fase aktif persalinan riwayat yang sudah diambil pada saat kedatangan dapat menjadi satu-satunya sumber sampai bayi dilahirkan. Riwayat yang diambil pada fase aktifpersalinan harus mencakup tinjauan ulang terhadap kehamilan, kondisi fisik dan psikologis, tinjauan ulang terhadap kehamilan terdahulu, kesehatan secara umum, serta informasi mengenai pengobatan dalam keluarga.
Setelah riwayat diambil, klien hanya perlu menjalani pemeriksaan fisik mencakup pemeriksaan pelvikuntuk memastikan presentasi, posisi janin dan menentukan lebarnya pembukaan.


2.2 MENETAPKAN KEBUTUHAN BELAJAR
Penuntun belajar digunakan untuk melatih keterampilan dalam pencapaian elemen-elemen kompetensi oleh mahasiswa secara individual. Mulai dari latihan di laboratorium keterampilan sampai saat melaksanakan praktik klinik kebidanan. Bimbingan keterampilan untuk mencapai kompetensi di laboratorium keterampilan asuhan kebidanan baru bisa dilaksanakan atau diikuti oleh seorang mahasiswa bila mahasiswa tersebut telah mengikuti perkuliahan seluruh materi kuliah asuhan kehamilan (mata kuliah asuhan ibu I). Dalam perkuliahan tersebut mahasiswa mendapat teori tentang teori tentang fisiologi kehamilan, pertumbuhan kehamilan dari bulan ke bulan, kebutuhan fisik dan psikologis ibu selama kehamilan, perubahan fisik dan psikologis ibu selama hamil, perubahan fisik dan psikologis ibu dalam masa kehamilan, teori tentang pendekatan dalam asuhan kehamilan (Manajemen Varney) dan dokumentasi asuhan kehamilan. Dalam perkuliahan juga dilakukan demonstrasi dan simulasi keterampilan yang mendukung kompetensi yang akan dilatih atau dipelajari.
Pembimbing melakukan evaluasi atau penilaian terhadap :
1. Keterampilan mahasiswa berdasarkan langkah-langkah kerja ang ditentukan dalam penuntun belajar menggunakan format penilaian keterampilan dengan teknik observasi atau pengamatan saat mahasiswa bekerja.
2. Sikap mahasiswa yang mendukung selama melaksanakan langkah kerja dengan teknik observasi atau pengamatan saat mahasiswa bekerja.
3. Pengetahuan mahasiswa yang mendukung elemen kompetensi asuhan yang dilatih dengan cara melakukan tanya jawab atau tes lisan.
Kebutuhan belajar bagi ibu hamil dapat diperoleh dari bidan. Bidan menganjurkan hal-hal yan dibutuhkan oleh ibu hamil. Bertujuan agar ibu hamil dapat trampil dalam  menjaga kehamilan, memberikan asupan makanan seperti gizi seimbang, mempersiapkan diri untuk menerima kehamilan, mempersiapkan fisik dan mental untuk menerima kelahiran dan pasca persalinan, Mengajarkan cara menyusui yang baik.

Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluraga, kelompok dan masyarakat tentang penaggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait mengenai kesehatan ibu, anak dan KB, seperti :
1.    Pembelajaran saat Antepartum
Tindakan perawatan diri sendiri
a.    Latihan penanganan nyeri, klien membutuhkan gerak upaya mempermudah jalan lahir saat persalinan, meningkatkan rasa nyaman, memperbaiki perkembangan psikomotor bayi dan mempercepat proses penyembuhan masa pasca persalinan.  Maka, dianjurkan untuk bidan memberikan contoh gerakan-gerakan senam terbaik untuk ke-3 titik masalah, diantaranya :
·      Punggung bawah : goyang panggul
·      Abdomen : merangkak, melingkar, memiringkan panggul
·      Lantai panggul : senam kegel, merangkak
Adapun senam terbaik dan sederhana untuk ibu hamil yaitu dengan cara berjalan kaki.
b.    Perawatan gigi, perawatan gigi diperlukan untuk meningkatkan kesehatan termasuk ibu hamil karena pada ibu hamil gusi cenderung mengalami hypertrofi selama kehamilan. Perawatan gigi merupakan komponen utama pendidikan kesehatan yang dapat membantu mencegah penyakit mulut dan mencegah timbulnya masalah dikemudian hari. Maka, berikan pengarahan pada klien untuk selalu menggosok gigi dan melakukan flosing untuk mencegah terbentuknya plak diantara jaringan gusi dan gigi. Anjurkan klien untuk memakan makanan ringan yang mudah larut dimulut untuk mempertahankan kadar gula tetap rendah contohnya, klien di anjurkan untuk memakan makanan ringan yang sehat seperti apel dan wortel.
c.       Metode melahirkan, jalaskan pada klien bahwa kesalahan dalam mempersepsikan tanda persalinan adalah hal yang wajar. Sehingga, jelaskan pada klien perbedaan antara persalinan sejati dan persalinan palsu sehingga tenaga kesehatan harus mengajarkan klien cara mengenali tanda praliminer dan persalinan sejati.
d.      Hiegiene, tindakan ini dapat di lakukan pada vagina, gigi, payudara dll.
·      Vagina : instruksikan klien untuk selalu menjaga kebersihan di vagina agar tidak terkena infeksi bakteri atau jamur dan meningkatkan kesehatan daerah disekitar vagina.
·      Gigi : instruksikan klien untuk melakukan tindakan higiene pada gigi dengan benar, jika sanggup kunjungi dokter gigi dengan teratur terutama diawal kehamilan.
·      Payudara : instruksikan klien untuk melakukan higiene pada payudara dengan air yang jernih, tanpa sabun, setiap hari untuk mengangkat kolostrum dan mengurangi resiko infeksi.
e.    Perawatan payudara, kewaspadaan khusus dalam perawatan payudara selama kehamilan untuk membantu pencegahan kehilangan tonus payudara yang dapat menyebabkan nyeri dan mencegah menggantungnya payudara dikemudian hari. Caranya, instruksikan klien untuk memakai bra yang berbahan lembut dan tidak memakai bra yang ketat, karena mereka perlu memakai bra berukuran besar selama kehamilan agar dapat mengakomodasi penambahan ukuran payudara. Berikan peringatan pada klien jika pada payudara terdapat kolostrum yang banyak maka anjurkan klien untuk meletakkan kasa atau kasa payudara di dalam bra, ganti kasa tersebut dengan sering agar payudara tetap kering dan tidak terjadi ekskoriasi puting susu, nyeri dan fisura. Ingatkan klien bahwa cairan yang keluar (kolostrum) dapat terjadi pada minggu ke-16 selama kehamilan.
f.     Aktifitas fisik dan seksual, Yakini klien agar selalu berupaya mempertahankan kesehatannya dalam mempersiapkan fisik dan mental untuk bisa menghadapi persalinan dan pasca persalinan. Jalaskan mengenai kemungkinan perubahan dalam keinginan seksual dan bantu klien juga pasangannya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, jelaskan pada mereka bahwa perubahan itu hanya sebatas suatu perbedaan kondisi bukan hilangnya nafsu seksual terhadap pasangannya.
g.    Tidur, Memberikan pengarahan pada ibu hamil mengenai persiapan diri untuk menerima kehamilan yang dialaminya dan berikan pengetahuan tentang istirahat/ tidur yang cukup. Untuk ibu hamil dibutuhkan tidur 10 jam, yaitu 8 jam tidur malam dan dilanjutkan 2 jam lagi tidur siang.
h.    Ibu hamil membutuhkan pembelajaran seperti pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi untuk ibu hamil dengan cara bidan memberitahukan instruksi tentang pemilihan makanan dan minuman apa yang sesuai untuk pemenuhan kebutuhan ibu hamil, bila perlu ajarkan atau praktekkan bagaimana cara memasak makanan dengan menu makanan yang berbeda agar ibu hamil tidak merasa bosan.
2.    Pembelajaran saat Pascapartum
a.    Tawarkan dukungan dan ajarkan mengenai perubahan-perubahan psikologis yang terjadi pada pascapartum
b.    Ulas kembali pembelajaran terdahulu mengenai perawatan diri, memberi makan bayi dan cara perawatan bayi.
3.    Pembelajaran saat Intrapartum
a.    Ajarkan ibu cara mengejan dengan pengaturan nafas yang baik agar dua nyawa dapat terselamatkan dengan keadaan normal.


2.3 MENETAPKAN KEBUTUHAN KONSULTASI ATAU RUJUKAN PADA TENAGA PROFESIONAL LAINNYA
a. Definisi
Sistem rujukan dalam pelayanan obstetri adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal.
Rujukan vertikal maksudnya rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit lain yang lebih lengkap. Umpamanya dari rumah sakit kabupaten ke rumah sakit provinsi atau rumah sakit tipe C ke rumah sakit tipe B yang lebih spesialistis fasilitas dan personalianya. Sedangkan horizontal maksudnya konsultasi dan komunikasi antar unit yang ada dalam satu rumah sakit, misalnya antara bagian kebidanan dan bagian ilmu kesehatan anak.

b. Tujuan Rujukan
• Agar setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik-baiknya
• Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman pendrota atau bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap fasilitasnya
• Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge and skill) melalui pendidikan dan latihan antara pusat pendidikan dan daerah

c. Kegiatan rujukan dan pelayanan ini antara lain berupa :
• Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan yang kurang lengkap ke unit kesehatan yang lebih lengkap
• Rujukan kasus-kasus patologik pada kehamilan, persalinan dan nifas
• Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia lainnya, seperti kasus-kasus ginekologi atau kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis
• Pengiriman bahan laboratorium
• Bila penderita telah sembuh dan hasil laboratorium telah selesai, kembalikan dan kirimkan lagi kepada unit semula, bilamana perlu disertai dengan keterangan yang lengkap (surat balasan)

d. Kegiatan rujukan informasi medis antara lain berupa :
• Membalas secara lengkap data-data medis penderita yang dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim
• Menjalin kerjasama sistem pelaporan data-data medis umumnya dan data-data parameter pelayanan kebidanan khususnya terutama mengenai kematian maternal dan perinatal. Hal ini sangat berguna untuk memperoleh angka-angka secara regional dan nasional.
Ø  Contoh : ibu hamil dengan diagnosa hipertensi pada pemeriksaan 140/90 mmHg disertai edema saa memeriksakan diri ke bidan A, karena batas dari wewenang bidan sehingga bidan merujuk ke rumah sakit.
e.    Hal-hal yang dapat dirujuk
a.       Memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi antar dokter
b.      Rujukan atas kasus-kasus patologik pada kehamilan, persalinan dan nifas
c.       Merujuk klien yang sedang menghadapi kasus atau masalah reproduksi, seperti kasus ginekologi atau kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis.
f.    Hasil informasi dari kegiatan rujukan
a.       Membahas secara lengkap data-data medis klien yang telah dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim
b.      Menjalin kerjasama sistem pelaporan tentang data-data medis pada umumnya dan data-data parameter pelayanan kebidanan khususnya mengenai kematian maternal dan periental
2.4 MENETAPKAN KEBUTUHAN UNTUK PENGOBATAN KOMPLIKASI RINGAN
Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada trimester I, yang mana pada setiap komplikasi tersebut dibutuhkan penanganan dan pengobatan agar kehamilan tersebut dapat berjalan lancar (normal) seperti yang diharapkanoleh ibu hamil, keluarganya, maupun petugas kesehatan. Komplikasi itu adayang ringan dan ada pula yang berat. Dan sebagai seorang bidan, kita hanya diberi wewenang untuk mengatasi atau menetapkan kebutuhan untuk  pengobatan komplikasi ringan.
Komplikasi dan Ketidaknyamanan
a. Deskripsi
• Konstipasi aadalah gangguan rasa nyaman yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan
• Ini juga merupakan msalah nutrisi yang umum terjadi pada kehamilan
• Konstipasi cenderung terjadi pada kehamilan akibat tekanan pada peristaltik usus dari uterus yang terus membesar, pengaruh hormon relaksin plasenta, dan kemungkinan akibat menngkatnya kadar progesteron
• Konstipasi menyebabkan rasa begah dan penuh serta hilang nafsu makan

b. Temuan Pengkajian
• Adanya rasa begah dan penuh pada abdomen
• Hilang nafsu makan
• Perubahan pola eliminasi usus

c. Implikasi Keperawatan
• Kaji nutrisi klien dan pola eliminasi yang mungkin menjadi faktor penyebab
• Anjurkan klien untuk mengosongkan ususnya secara teratur
• Anjurkan pada klien untuk meningkatkan kandungan serat dalam makanan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran dan minum air dalam jumlah lebih dari biasanya setiap hari
• Jika klien mengkonsumsi suplemen besi oral, daripada melarang klien mengkonsumsi suplemen tersebut yang berguna untuk menambah simpanan besi, lebih baik kita membantu klien untuk konstipasi melalui cara lain
• Ingatkan klien untuk tidak mengkonsumsi obat umum untuk mencegah konstipasi, terutama minyak mineral yang akan mengganggu absorpsi vitamin larut lemak yang diperlukan bagi pertumbuhan janin dan kesehatan ibu
• Beri tahu klien untuk menghindari enema karena tindakan ini dapat mencetuskan persalinan
• Anjurkan klien untuk menghindari obat-obatan yang dijual bebas selama kehamilan kecuali diresepkan oleh dokter
• Berikan pelunak feses, laksatif ringan dan supositora sesuai instruksi
• Nasehatkan klien untuk menghindari makanan pembentuk gas, seperti kubis atau buncis, sehingga flatus dapat dikontrol
Dalam menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan dalam kehamilan harus berdasarkan Kep Menkes No 900 tahun 2002 tentang registrasi dan kewenangan praktik bidan dan standar pelayanan Kebidanan (SPK). Diantaranya yaitu penanganan
a. Abortus iminens
Tidak perlu pengobtan khusus atau tirah baring total
Jangan melakukan akrtivitas fisik berlebihan atau hubungan seksual
Jika perdarahan berhenti lakukan asuhan antenatal seperti biasa, lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi.
Jika perdarahan terus berlangsung nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG), lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain,
b. Pre eklamsi
Pantau tekanan darah, urin (untuk proteinuria), refleks, dan kondisi janin.
Konseling pasien dan keluarganya tentang tanda-tanda bahaya preeklamsi dan eklamsia.
Lebih banyak istirahat.
Diet biasa (tidak perlu diet rendah garam).
Tidak perlu diberi obat-obatan.
Jika rawat jalan tidak mungkin, rawat dirumah sakit:

-                  Diet biasa.

-                  Pantau tekanan darah 2 kali sehari, dan urin sekali sehari

-                  Tidak perlu diberi obat-obatan.

-                 Tidak perlu diuretik, kecuali jika terdapat edema paru, dekompensasi kordis, atau gagal ginjal akut.

-                 Jika tekanan diastolik turun sampai normal pasien dapat dipulangkan, nasihatkan untuk istirahat dan perhatikan tanda-tanda preeklamsi berat, kontrol 2 kali seminggu untuk memantau tekanan darah, urine , keadaan janin, jika tidak ada tanda-tanda perbaikan tetap dirawat, lanjutkan penanganan dan observasi kesehatan janin, jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan janin terhambat, pertimbangkan terminasi kehamilan.  jika  tidak rawat sampai aterm. Jika protein uria meningkat, tangani sebagai preeklamsi berat.
c. Hyperemesis gravidarum

Pencegahan terhadap Hiperemesis gravidarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan penjelasan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang – kadang muntah merupakan gejala yang flsiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, mengajurkan mengubah makan sehari – hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.

Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan. Makanan dan minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.
Obat-obatan
Sedativa yang sering digunakan adalah Phenobarbital. Vitamin yang dianjurkan Vitamin B1 dan B6 Keadaan yang lebih berat diberikan antiemetik sepeiti Disiklomin hidrokhloride atau Khlorpromasin. Anti histamin ini juga dianjurkan seperti Dramamin, Avomin
Terapi psikologik
Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan yang serta menghilangkan masalah dan konflik, yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.
d. Anemia dalam kehamilan.
Anemia defisiensi besi

-   Koreksi anemia dan pengembalian status besi dapat dicapai dengan pemberian preparat besi- fero sulfat, fumarat atau glukonas- yang dapat memberikan 200 mg elemen besi. Pengobatan dilanjutkan hingga 3 bulan setelah koreksi anemia untuk mengembalikan cadangan besi. Peningkatan hemoglobin minimal 0,3 g/dl tiap minggu.  Jika wanita tersebut tidak dapat mentoleransi preparat besi maka terapi parenteral dapat diberikan.

-   Anemia defisiensi folat

Asam folat oral 1-5 mg/hari diberikan hingga beberapa minggu setelah melahirkan. Pengobatan ini memberikan respon yang baik dan diharapkan kadar hematokrit meningkat 1% setiap harinya dimulai sejak hari 5-6 pengobatan. Hitung retikulosit juga menigkat dan merupakan perubahan morfologi yang paling awal terlihat. Suplementasi besi pada anemia defisiensi folat tergantung indikasi.
















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kunjungan awal prenatal merupakan kesempatan untuk menkaji wanita hamil yang datang untuk memperoleh perawatan prenatal. Kunjungan ini merupakan waktu untuk membina hubungan saling percaya dan memperlihatkan kepdulian sehingga klien selalu kembali untuk mendapat bimbingan, dukungan, dan memantau kesejahteraan klien serta bayinya.
Peran bidan dan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan terutama dalam memberikanasuhan, memberikan pendidikan, penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Agar individu, kelompok, keluarga, dan masyarakat tahu bagaimana cara menangani permasalahan klien terkait dengan  kesehatan  ibu hamil dan kesehatan janinnya agar mendapat pola hidup yang baik dalam kebutuhan sehari-hari.














REFERENSI
Eryati. 2011. Diktat Askeb 1 Semester II. Indramayu: STIKes Indramayu
Estiwidani, Dwana., dkk. 2008. Konsep Kebidanan. Yogyakarta:Fitramaya
http://sitimuslihaamkeb.blogspot.com/2011/06/pengembangan-rencana-asuhan-yang.html
Pilitteri, Adele. 2002.Buku Saku Asuhan Ibu dan Anak. Jakarta:EGC